Isu Koruptor dalam Pemilihan Calon Legislatif 2019

Info dan juga isu politik memang merupakan hal yang selalu panas. Hal ini dipengaruhi dengan ruang publik yang makin luas sehingga kritik dari masyarakat dapat mengalir lebih deras. Salah satu info caleg 2019 yang belakangan ini paling memanas adalah mengenai info politik mengenai caleg eks korup yang dibawa dalam debat pilpres yang diselenggarakan pada beberapa waktu yang lalu.

Dalam debat pilpress 2019 yang lalu salah satu isu yang diangkat oleh bapak Presiden sekaligus calon presiden nomor urut 1 di adalah mengenai banyaknya calon legislatif dari partai yang memiliki reputasi yang buruk mengenai korupsi. Hal ini merupakan salah satu hal yang menarik untuk diperbincangkan mengapa? Pasalnya ada ketidak sinambungan antara apa yang disampaikan oleh Prabowo mengenai materi kampanye yang dimilikinya dengan aksi yang dijalankannya dalam pemerintahannya sebagai ketua umum partainya.

Korupsi dan Gerindra

Korupsi merupakan salah satu hal yang mati-matian diangkat oleh Prabowo subianto dalam berbagai event yang dihadirinya sebagai salah satu bentuk kampanye untuk mengkritisi pemerintahan masa kini yang dinilainya masih sarat dengan korupsi. Bahkan beliau menyebutkan bahwa korupsi di Indonesia saat ini sudah mencapai stadium 4 dan hal ini menyebabkan angka kemiskinan makin tinggi di Indonesia. Hal ini sesungguhnya berkebalikan dengan informasi yang di bagikan oleh badan pusat statistik mengenai jumlah persentase kemiskinan di Indonesia yang mencapai angka dibawah 10%, yang mana baru pertama kali dalam sejarah Indonesia hal ini bisa terjadi.

Selain itu mengenai kepemimpinannya di masa depan dijanjikan bahwa beliau akan menggunakan masa pemerintahannya untuk membentuk sebuah pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Tapi ternyata, dalam info caleg 2019 yang dikeluarkan oleh ICW disebutkan bahwa Gerindra, partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto, menjadi partai terbesar kedua yang mengajukan calon legislatif yang memiliki reputasi sebagai koruptor di masa lalu. Nomor 1 adalah partai Golkar dengan jumlah 8 orang sedangkan untuk partai Gerindra ada 6 orang dan diikuti oleh partai hanura yang juga mengajukan 6 orang eks napi narapidana korupsi. Melihat hal ini banyak yang berpendapat mungkin fokus dari pemerintahan dari Prabowo Subianto di masa depan sedikit melenceng dari kampanye pemerintahan bersih yang diusungnya beberapa waktu yang lalu.

Tanggapan Prabowo Subianto mengenai info caleg 2019 yang di bawa dalam debat presiden

Melihat adanya informasi ternyata jawaban yang mengherankan malah di berikan oleh calon presiden nomor urut 2 ini. Menurutnya, orang-orang atau koruptor yang harus di musnahkan dari pemerintahan adalah koruptor yang sudah merugikan masyarakat dalam jumlah trilyunan. Menanggapi hal ini banyak orang kemudian beranggapan bahwa korupsi kecil-kecilan mungkin diperbolehkan dalam pemerintahan kelak.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *