3 Trik Dasar Cara Memilih Reksadana Untuk Pemula Agar Sukses Berinvestasi

Sudah saatnya kaum milenial berpikir menginvestasikan uangnya, dengan cara memilih reksadana terbaik untuk pemula. Karena kemudahannya, reksadana sekarang ini menjadi salah satu jalan berinvestasi bagi mereka yang sedang ingin belajar dan mencoba-coba. Namun, segala sesuatu harus dilandasi dengan pengetahuan dan kiat-kiat sukses. Supaya Anda tidak terjebak dengan keinginan sesaat dan malah menimbulkan ketidak fokusan dalam berinvestasi. Alhasil, uang yang telah diinvestasikan malah tidak berkembang atau bahkan merugi. Nah, agar hal mengerikan tersebut tak terjadi, mari simak 4 trik dasar berikut bagi pemula.

Kenali Gambaran Umum Cara Kerja Reksadana

Cara kerja di reksadana cukup sederhana bahkan untuk Anda yang awam soal investasi. Di reksadana ada pihak pengelola dana yang bernama Manajer Investasi atau MI. Nantinya, dana yang Anda kumpulkan di Manajer Investasi akan mereka salurkan dalam berbagai bentuk, seperti saham, obligasi dan surat berharga lainnya. Manajer Investasi ini adalah sebuah pihak jasa pengelola keuangan yang telah memiliki sertifikasi dari pihak OJK dalam beroperasi. Jadi, Anda tak perlu risau soal kredibilitas dan profesionalismenya.

Nantinya, Manajer Investasi ini akan menyimpan aset Anda pada lembaga perbankan yang disebut bank kustodian. Tugas bank kustodian adalah mencatat sekaligus menyimpan dan mengawasi segala pergerakan aset. Antara bank kustodian dan MI telah terjalin KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Total dana atau aset yang Anda percayakan ke Manajer Investasi disebut Nilai Aktiva Bersih atau NAB. Istilah lainnya dalam memahami cara memilih reksadana terbaik untuk pemula adalah NAB/UP yang merupakan nilai transaksi sebuah reksadana yang diperoleh dari harga pasar.

Pahami Tujuan Berinvestasi Agar Dapat Menentukan Jenis Reksadana

Tujuan berinvestasi adalah hal mutlak dalam menentukan jenis reksadana apa yang akan Anda pilih. Misalnya Anda ingin menanam investasi yang akan diambil dalam jangka waktu pendek. Ini berarti Anda tak cocok mengambil reksadana jenis saham. Reksadana saham memang memiliki nilai return yang tinggi. Namun, nilai ini tidak stabil dan sangat mudah naik turun. Dalam menghadapi resiko ketidakstabilan ini, Anda dituntut untuk memiliki pemikiran dan strategi yang matang. Maka dari itu, rata-rata dibutuhkan jangka waktu lebih dari 5 tahun untuk berinvestasi jenis reksadana saham. Jenis reksadana terbaru yaitu reksadana syariah. Cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi namun dengan prinsip ajaran agama.

Cobalah Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Menaruh Modal Pada Berbagai Jenis Investasi

Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah ilmu yang paling berharga. Tampaknya itu berlaku pada penanaman modal di berbagai produk investasi reksadana. Hindari menaruh seluruh modal Anda hanya pada satu jenis reksadana. Apabila kinerja dari reksadana yang satu sedang mengalami krisis, maka Anda masih punya instrumen investasi yang lainnya. Ingatlah bahwa semakin besar resikonya maka hasil yang didapat tentu akan semakin besar. Beranilah untuk keluar dari zona nyaman agar Anda dapat memperoleh pengalaman berinvestasi yang luas. Memiliki pengalaman baru adalah salah satu cara memilih reksadana terbaik untuk pemula agar memperoleh kesuksesan berinvestasi.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *